Pemain sepak bola dunia tidak jarang melahirkan figur publik yang memiliki pengaruh besar pada masyarakat. Aspek popularitas, pengalaman memimpin dan kedekatan dengan masyarakat seringkali menjadi modal sosial yang kuat.
Hal ini menjadikan beberapa fitur pemain sepak bola yang pernah bermain di kancah dunia banting setir ke panggung politik.
Memang bukan perkara mudah, namun beberapa pemain tersebut berhasil menjadi tokoh politik berpengaruh. Siapa saja mereka? Simak daftarnya di artikel kali ini!
Banting Setir! Ini Dia 7 Figur Pemain Sepak Bola Dunia yang Berpolitik

Jiwa kompetitif yang tumbuh di dalam lapangan hijau tidak jarang terbawa hingga ke luar lapangan. Hal tersebut dialami oleh beberapa pesepak bola yang sebelumnya menjadi bintang di lapangan dan sekarang menjadi tokoh penting di panggung politik.
Berikut deretan bintang sepak bola dunia yang memutuskan untuk beralih menjadi tokoh politik, antara lain:
1. George Weah
George Weah merupakan mantan Pemain Terbaik Dunia dan peraih Ballon d’Or. Pada tahun 2017 lalu, ia maju menjadi kandidat calon presiden dan meraih kemenangan. Sehingga Weah menjadi Presiden Liberia ke 25 dan menjabat dari tahun 2018 sampai 2024.
Setelah menjadi bintang klub ternama seperti PSG, Chelsea, AC Milan dan AS Monaco, awalnya George Weah terjun ke dalam dunia politik sebagai senator.
2. Romário
Brasil punya salah satu legenda sepak bola terbaik, yaitu Romàrio. Karirnya sangat cemerlang di lapangan hijau dan dibuktikan dengan ketajamannya di depan gawang.
Keberhasilannya membawa Brasil menjuarai Piala Dunia tahun 1994 menjadikannya pahlawan nasional. Romário juga terkenal sebagai karakternya yang cukup vokal dan berani berbicara di hadapan publik.
Hal ini dibuktikan dengan terjunnya ia ke dunia politik. Ia terpilih menjadi anggota parlemen, lalu menjadi senator Brasil. Perjuangannya berfokus pada isu sosial, olahraga dan hak penyandang disabilitas.
3. Hakan Sukur
Ikon pemain sepak bola dunia, khususnya Turki Hakan Sukur tidak hanya terkenal lewat gol-gol pentingnya. Sukur pernah menjadi bagian penting dari kesuksesan Turki pada ajang Piala Dunia 2002.
Di dalam dunia politik, Hakan Sukur terpilih sebagai anggota parlemen Turki. Karirnya di dunia politik didukung oleh kepeduliannya pada aspek sosial.
4. Sol Campbell
Sol Campbell terkenal sebagai mantan pemain Arsenal dan sekarang terjun ke politik dan pernah menjadi kandidat walikota di London. Karir Campbell cukup cemerlang di panggung sepak bola dunia.
Sehingga, hal ini memengaruhi keputusannya untuk ikut bersaing ke dalam bursa pemilihan walikota mewakili Partai Konservatif. Isu yang diwakili oleh Campbell cukup penting, yaitu representasi orang kulit hitam dan terlibat dalam referendum Brexit.
5. Andriy Shevchenko
Terkenal sebagai striker terbaik AC Milan dan Chelsea, karir bintang sepak bola dunia Andriy Shevchenko ternyata masih lebih baik dibandingkan karir politiknya. Setelah pensiun di tahun 2012, Shevchenko bergabung ke dalam Parti Ukraina Forward.
Namun, Shevchenko gagal memenangkan satupun kursi di parlemen Ukraina. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menjadi pelatih Timnas Ukraina sekarang.
6. Pelé
Ikon pemain sepak bola asal Brasil, Pelé tidak hanya berprestasi di dalam lapangan hijau. Ia telah membawa Brasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali, sehingga tidak heran menjadikannya seorang simbol kebanggan nasional.
Hal ini ternyata berpengaruh pada karir politik dalam negerinya. Pelé menjabat sebagai Menteri Olahraga Brasil dan berperan dalam mendorong reformasi tata kelola olahraga di dalam negeri.
7. Marc Wilmots
Marc Wilmots merupakan mantan gelandang serang asal Belgia. Ia pernah menjadi bintang klub Schalke dan Standard Liege. Di dalam karir politiknya, Wilmots pernah menjadi anggota Senat selama dua tahun.
Namun, karir politiknya tidak berumur panjang. Sekarang, Wilmots menjadi pelatih sepak bola Timnas Pantai Gading.
Perjalanan pemain sepak bola dunia di kancah perpolitikan menjadi bukti bahwa jiwa kompetitif dan kepemimpinan tidak boleh terhenti di dalam lapangan. Popularitas dan kedekatan sosial dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk membentuk karir politik dan mengutamakan kepentingan publik.
